TEKNOLOGI

E-Learning

Perkembangan teknologi yang semakin canggih kini telah mengubah dunia pendidikan. Pembelajaran yang dulunya menggunakan cara sederhana berangsur-angsur berubah menjadi modern. Penggunaan alat-alat teknologi dalam pembelajaran memberikan banyak manfaat kepada peserta didik ataupun  pendidik. Namun dibalik itu semua, banyak pula dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut. Selain berbagai kendala, bangsa kita, secara mental juga kurang siap dalam menghadapi tantangan jaman yang penuh inovasi.
E-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya komputer. Dalam hal ini, e-learning tidak dapat dipisahkan dari jaringan internet, karena media tersebut yang dijadikan sarana penyajian ide. E-learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari internet. E-learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Jadi teknologi informasi berperan besar di sini.

Melalui Learning Management System atau yang disingkat LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
Dalam penerapannya, ada beberapa hal yang menghambat. Pertama, masih kurangnya kemampuan menggunakan internet sebagai sumber pembelajaran. Di era teknologi seperti sekarang ini, sudah banyak orang yang dapat menggunakan internet. Akan tetapi, hanya sedikit yang memiliki kemampuan dalam mengaplikasikannya sebagai sumber pembelajaran. Kedua, biaya yang diperlukan masih relatif mahal. Untuk mewujudkan e-learning, diperlukan berbagai macam perangkat dan jaringan internet. Tentu saja ini membutuhkan banyak biaya. Ketiga, belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui internet. Internet yang sejatinya digunakan sebagai sumber pembelajaran, penggunaanya kurang dimaksimalkan. Keempat, belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu. Seperti kita tahu, saudara-saudara kita yang berada di daerah pedalaman, misalnya Papua, belum mendapat pendidikan yang layak. Sehingga untuk mewujudkan e-learning ini masih membutuhkan waktu yang panjang. Kelima, belum adanya standar minimum implementasi e-learning yang resmi dari pemerintah. Kurang adanya rasa peduli terhadap e-learning mengakibatkan kurang adanya aturan ataupun standar bagi pelaksanaan e-learning di Indonesia.

Metode pendidikan lama sudah tidak efektif untuk diterapkan di masa kini karena terbentur ruang dan waktu. E-learning adalah solusinya. Menerapkan e-learning dapat dengan berbagai cara. Untuk menyampaikan pembelajarannya, e-learning tidak harus selalu menggunakan internet. Banyak media-media lain yang dapat digunakan selain internet. Seperti CD, DVD, MP3, PDA dan lain-lain. Penggunaan teknologi internet pada e-learning umumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media e-learning sehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah. Model ini telah dikembangkan di Jepang tepatnya di Shuyukan High School dengan membentuk club yang dinamai (Information Science Club), yakni sebagai wadah siswa untuk bersinggungan dengan budaya teknologi.

E-learning memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif dari penerapan e-learning antara lain dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar karena disertai dengan grafik, video, gambar. Hal itu akan meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar. Keuntungan lain belajar dengan metode e-learning seperti menghemat waktu , menghemat biaya perjalanan, menghemat biaya pendidikan, menjangkau wilayah geografis yang luas dan melatih kemandirian para pelajar dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Sebaliknya, penerapan e-learning juga dapat memberikan efek negatif. Hubungan antara pendidik dan siswa semakin jauh dikarenakan penggunaan media perangkat komputer. Dengan adanya media tersebut komunikasi pendidik dan siswa semakin berkurang.Kehadiran guru sebagai makhluk hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus.

Salah satu kota yang telah menerapkan e-learning di sekolah adalah Yogyakarta. Sebanyak 500 SD dan SMP di Yogyakarta menjadi model program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan mutu pendidikan nasional. Saat ini, 110 SD dan SMP di DIY sudah menerapkan program pemanfaatan TIK. Tahun 2012, total 500 sekolah (300 SD dan 200 SMP) di DIY akan menerapkan program itu. Selain itu, prestasi yang luar biasa dicatat oleh Tim IT SMA Negeri 1 Yogyakarta. TIM IT SMAN 1 Yogyakarta berhasil menjadi juara satu E-learning Award 2010 Tingkat Nasional kategori sekolah yang diselenggarakan oleh Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan)–Kemendiknas pada ajang Festival Pendidikan 2010.
Di dunia modern ini, pemanfaatan teknologi menjadi penting termasuk di dunia pendidikan. Pendidikan di daerah pedalaman menjadi kunci utama untuk mengubah masyarakatnya menjadi lebih maju. Jika pendidikan yang memadai saja belum bisa didapat, bagaimana mungkin menerapkan pembelajaran dengan sistem e-learning? Sejatinya, teknologi akan berkembang dengan lebih cepat. Dalam arti, kekurangan yang ada sekarang akan disempurnakan menjadi teknologi yang lebih canggih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s