0

makalah uas

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-language:EN-US;}

                                        

PEMBERDAYAAN TIK DALAM PEPEMBELAJARAN MUSIKALISASI PUISI

Oleh

Wildan F Mubarock

1108056034

PENDAHULUAN

 Pembelajaran musikalisasi puisi di perdosenan tinggi belum memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). dosensebagai pengajar masih banyak yang menggunakan metode dan media konvensional dalam mengajarkan materi pengajaran, khususnya pada pelajaran musikalisasi puisi di mata kuliah apresiasi dan kajian puisi. Dalam pemanfaatan dan pemberdayaan media TIK dapat menunjang pembelajaran merupakan suatu keharusan, bukan hanya untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran. Kemampuan menggunakan TIK dalam pembelajaran musikalisasi puisi di rasa mampu meningkatkan kreativitas, daya imajinasi dan kebanggaan tersendiri

 

Universitas telah mulai diperkenalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dalam proses pembelajaran setidaknya TIK menempati tiga peranan, yakni sebagai konten pembelajaran (standar kompetensi), sebagai media pembelajaran, dan sebagai alat belajar. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan multimedia dalam pembelajaran menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. berbicara dan melakukan. Berdasarkan penelitian ini maka multimedia pembelajaran berbasis TIK dapat dikatakan sebagai media yang mempunyai potensi yang sangat besar dalam membantu proses pembelajaran.

Ketika teknologi komputer belum dikenal, konsep multimedia sudah dikenal yakni dengan mengintegrasikan berbagai unsur media, seperti: cetak. kaset, audio, dan slide suara. Unsur-unsur tersebut dikemas dan dikombinasikan untuk menyampaikan suatu topik materi pelajaran tertentu. Pada konsep ini, setiap unsur media dianggap mempunyai kekuatan dan kelemahan. Kekuatan salah satu unsur media dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan media lainnya. Perkembangan teknologi informasi  dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat telah membawa perubahan besar pada segala bidang, termasuk bidang pendidikan. Bila dimanfaatkan dengan tepat, maka TIK dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Pada tahun 1990-an internet mulai difungsikan sebagai sarana pendidikan. Pemanfaatan media internet di perdosenan tinggidikenal dengan E-education. Internet telah menjadi ajang eksplorasi oleh para ahli khususnya di bidang pendidikan. Berbagai peluang telah tercipta. Maka denyut nadi pendidikan seakan tak pernah berhenti. Mahasiswa bisa mengakses pembelajaran dalam segala bidang selama 24 jam melalui internet. Tentu saja kehadiran internet bisa kita gunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah,sekolah. Di perdosenan tinggitelah banyak tersedia laboratorium komputer dan fasilitas internet. Hanya memang terkendala juga oleh kondisi kemampuan dosen yang tidak memiliki keterampilan menggunakan komputer.

Dalam pembelajaran apresiasi dan kajian puisi dengan menggunakan dan memperdayakan media internet atau TIK agar pembelajaran musikalisasi puisi lebih menarik. mahasiswa tidak bosan, materi tercapai dengan baik, dan dosen tidak perlu banyak memberikan ceramah di kelas. Pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembahasan

Menurut Hartoyo (2010:2-4) TIK berasal dari istilah ICT yang merupakan      kependekan dari Information and Communication Technology (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Istilah TIK tersusun dari tiga huruf yang berbeda tetapi merupakan komponen yang memiliki makna erat.

1)   Teknologi

Teknologi berasal dari kata techno yang berarti teknik, seni atau keterampilan, dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Sehingga teknologi dapat didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan ilmiah, seni, dan keterampilan. Zen (dalam Effendi, 2003:399) menjelaskan bahwa teknologi terdiri atas ilmu pengetahuan alam atau pengetahuan umum dan keahlian teknik. Komponen teknologi dihubungkan dengan pembelajaran dan perangkat/peralatan yang digunakan.

2)    Informasi

Informasi adalah data yang diproses dalam bentuk pembelajaran yang bermakna (Shore, 1988:22). Jika dihubungkan dengan pembelajaran bahasa, informasi merupakan objek atau pesan yang kita peroleh, teruskan, pertukarkan untuk tujuan tertentu.

3)     Komunikasi

Menurut Hubbley (1993:45) komunikasi merupakan proses penyampaian informasi antar individu, termasuk gagasan, emosi, pengetahuan, dan keterampilan.

Dengan demikian TIK adalah Teknologi yang berfungsi atau yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung komunkasi atau penyampaian informasi.

 

 

 

Potensi Internet Dalam Pembelajaran

Beberapa potensi internet dalam pembelajaran (Awan: 3-4), yaitu:

1)     Searching; search engine

2)     Collecting, MP3, garfik, animasi, video

3)     Creating, membuat web, membuat game

4)     Sharing, web pages, blog

5)     Communicating, e-mail, IM, chat

6)     Coordinating, workgroups, mailing list

7)     Meeting, forum, chatroom

8)     Socializing, beragam kelompok sosial on line

9)     Evaluating, on line test, on line advisor

10)  Buying-Selling on line

11)  Gaming, game on line

12)  Learning, jurnal on line, riset on lin

 

Keunggulan Multimedia Pembelajaran

Beberapa keunggulan Multimedia dalam pembelajaran (Awan: 4), yaitu:

  1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tanpak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron
  2. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gunung, laut, gajah, dan lain-lain.
  3.  Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit, dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, berkembangnya bunga, dan lain-lain.
  4.  Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh seperti bulan, bintang, matahari,salju, dan lain-lain.
  5.  Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan  gunung berapi
  6.   Meningkatkan daya tarik mahasiswa

Komponen Multimedia

1)  Teks

2)   Foto

3)   Gambar

4)    Audio

5)    Video

6)     Animasi

Gambar Diam

1)    Menampilkan satu objek tunggal

2)    Memberi kesempatan audience utk mengamati lebih lama

3)    Bisa menunjukkan hubungan skematik atau struktur

 

Gambar Bergerak

1) Visualisasi proses

2) Membawa audience untuk memperhatikan sesuatu detil

3) Menunjukkan hubungan antar objek

Animasi

1)    Memvisualisasikan gagasan/khayalan

2)    Menghidupkan sesuatu yang mati, diam

3)    Menyederhanakan proses yang rumit, sulit

4)    Menggantikan atau menirukan benda sebenarnya

5)    Mempercepat atau memperlambat

Simulasi

1)     Menunjukkan sebab akibat

2)     Virtual laboratorium

Teks

1)     interpresyasi puisi

2)     Perlu kesamaan, kesepakatan persepsi/budaya

Suara, Musik, FX

1)    Mendukung gambar

2)     Menyampaikan pesan verbal

3)     Membangun suasana

4)     Membangun emosi

3.     Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran musikalisasi puisi

Teknologi merupakan produk kreatif manusia untuk memenuhi berbagai keperluan hidup secara efektif. Saat ini teknologi informasi termasuk karya besar manusia untuk mewujudkan segala keinginananya. Internet sebagai bagian dari produk teknologi informasi berkembang pesat dan telah membawa perubahan luar biasa pada segala aspek kehidupan manusia. Tak pelak lagi internet telah mempengaruhi pola berkomunikasi antarmanusia dalam dunia maya. Melalui internet setiap orang dapat berkomunikasi tanpa terbatas oleh jarak dan waktu. Bahkan, dunia pendidikan pun bisa memanfaatkannya sehingga kelas belajar jarak jauh tercipta.

Internet menawarkan banyak fasilitas untuk dunia pendidikan. Fasilitas komunikasi yang disediakan internet telah memungkinkan adanya kelas online menjadi kenyataan dengan mempergunakan halaman web berbasis teks, surat elektronik (e-mail), pertukaran teks secara langsung (Internet Relay Chat) dan berbagai fasilitas multimedia interaktif. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan, baik yang bersifat tertunda (delayed, seperti melalui e-mail) maupun secara langsungnatau instan (real-time, misalnya melalui IRC dan audio-video conferencing). Pengajar dan peserta didik dapat melakukan komunikasi lintas waktu sehingga pembelajaran dapat dimaksimalkan untuk pencapaian hasil belajar Sejauh ini cukup banyak penelitian dan eksperimen yang berkenaan dengan pemanfaatan komputer dan internet untul kegiatan belajar bahasa.

Dengan mencermati berbagai penelitian tersebut, tampaknya dalam pembelajaran keterampilan berbahasa para pengajar bahasa perlu melakukan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran. Berikut ini beberapa aspek keterampilan berbahasa yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan TIK dalam model pembelajarannya.

4.    Model Pembelajaran musikalisasi puisi  Menggunakan Internet

Model ini dapat dilaksanakan apabila segala perangkatnya dapat dipersiapkan dengan baik. Salah satu perangkat yang tidak dapat dihindari adalah kemampuan pengajar mengenal berbagai program yang berkenaan dengan teknologi yang digunakan. Selain itu, peranti keras dan peranti lunak tersedia sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Sebagaimana   tersaji   pada   bagian topik  untuk  aspek    keterampilan berbahasa, model pembelajaran keterampilan membaca dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat teknologi, baik bersifat interaktif maupun tidak. Tata rancang model pembelajarannya tidak berbeda dengan model pembelajaran lainnya. Perbedaanya terletak pada proses kegiatan belajar mengajarnya.

Untuk memberikan gambaran mengenai model Pembelajaran keterampilan berbasis Internet, berikut ini penulis mencoba memberikan contoh Model Pembelajaran Membaca cepat Berbasis Internet.

Topik             : apresiasi puisi menjdai musikalisasi

Tujuan         : Siwa Mampu menghasilkan musikalisasi

 

 Kegiatan Belajar Mengajar

         Langkah-langkah pengajaran

  • Mahasiswa browsing video musikalisasi puisi
  • Mahasiswa membuat simpulan setiap informasi yang diunduh.
  •  Secara offline mahasiswa melaporkan hasil kegiatan menyaksikan video cepat melalui   internet.
  •  Mahasiswa berdiskusi untuk menyempurnakan gagasan penulisan.
  • mahasiswa merekam hasil musikalisasinya menggunakan komputer dengan sofware khusus
  • Mahasiswa meng uploud video pementasan musikalisas di youtube
  • Mahasiswa menyimpan hasil kreatifitas musikalisasinya di blog

         IV. Metode Pembelajaran

  • Penelusuran situs
  • Menghasilkan musikalisasi puisi

 

       V.    Sumber dan Media Pembelajaran

Internet dengan berbagai situsnya

     VI. Unsur Penilaian

  • Interprestasi puisi
  • Kreativitas
  • Musikalitas
  • Harmonisasi nada

 

C.     PENUTUP

Teknologi informasi dan Komunikasi dapat dimanfaatkan dalam segala bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan khususnya sastra. Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. TIK tidak lagi mejadi bahan asing dalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi penting dan sangat mendukung dalam dunia sastra. Salah satu bukti pentingnya TIK adalah untuk pemerataan pendidikan dengan kondisi geografis Indonesia yang luas sangat diperlukan TIK. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah merambah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk menyentuh dunia pendidikan. Karena itu, perguruan  tinggi dan dosen tidak dapat mengelak dari trend ini hanya karena persoalan anggaran atau pun persoalan keterbatasan akses dan wawasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hartoyo.2011.Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) Dalam Pembelajaran Bahasa.Semarang:Pelita Insani Semarang

Rusman dkk.2011. Pembelajaran  Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Rajawali Pres.

Main,Sufanti.2010.Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.Surakarta: Yuma Pustaka

 

lampiran

Contoh hasil musikalisasi puisi dengan menggunakan TIK

 

 

0

WFME

Sukses dengan Album Musikalisasi Puisi Diksatrasia Unpak & Konser Tunggal di Kemuning Gading Bogor yang di hadiri H. Deddy Mizwar. Kini WFME sedang menggarap Pementasan “Sang Kata”  Baca { Wildan F Mubarock }sebuah refleksi dari kata-kata penuh makna yang akan disajikan dalam bentuk pembacaan puisi dan  monolog serta suasan musik spektakuler garapan Resa L Mahardika & Doni Dartafian dari Sanggar Prabu dan pemusik dari Sanggar Bengkel Rendra..Bersiaplah!

0

TEKNOLOGI

E-Learning

Perkembangan teknologi yang semakin canggih kini telah mengubah dunia pendidikan. Pembelajaran yang dulunya menggunakan cara sederhana berangsur-angsur berubah menjadi modern. Penggunaan alat-alat teknologi dalam pembelajaran memberikan banyak manfaat kepada peserta didik ataupun  pendidik. Namun dibalik itu semua, banyak pula dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut. Selain berbagai kendala, bangsa kita, secara mental juga kurang siap dalam menghadapi tantangan jaman yang penuh inovasi.
E-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya komputer. Dalam hal ini, e-learning tidak dapat dipisahkan dari jaringan internet, karena media tersebut yang dijadikan sarana penyajian ide. E-learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari internet. E-learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Jadi teknologi informasi berperan besar di sini.

Melalui Learning Management System atau yang disingkat LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
Dalam penerapannya, ada beberapa hal yang menghambat. Pertama, masih kurangnya kemampuan menggunakan internet sebagai sumber pembelajaran. Di era teknologi seperti sekarang ini, sudah banyak orang yang dapat menggunakan internet. Akan tetapi, hanya sedikit yang memiliki kemampuan dalam mengaplikasikannya sebagai sumber pembelajaran. Kedua, biaya yang diperlukan masih relatif mahal. Untuk mewujudkan e-learning, diperlukan berbagai macam perangkat dan jaringan internet. Tentu saja ini membutuhkan banyak biaya. Ketiga, belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui internet. Internet yang sejatinya digunakan sebagai sumber pembelajaran, penggunaanya kurang dimaksimalkan. Keempat, belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu. Seperti kita tahu, saudara-saudara kita yang berada di daerah pedalaman, misalnya Papua, belum mendapat pendidikan yang layak. Sehingga untuk mewujudkan e-learning ini masih membutuhkan waktu yang panjang. Kelima, belum adanya standar minimum implementasi e-learning yang resmi dari pemerintah. Kurang adanya rasa peduli terhadap e-learning mengakibatkan kurang adanya aturan ataupun standar bagi pelaksanaan e-learning di Indonesia.

Metode pendidikan lama sudah tidak efektif untuk diterapkan di masa kini karena terbentur ruang dan waktu. E-learning adalah solusinya. Menerapkan e-learning dapat dengan berbagai cara. Untuk menyampaikan pembelajarannya, e-learning tidak harus selalu menggunakan internet. Banyak media-media lain yang dapat digunakan selain internet. Seperti CD, DVD, MP3, PDA dan lain-lain. Penggunaan teknologi internet pada e-learning umumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media e-learning sehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah. Model ini telah dikembangkan di Jepang tepatnya di Shuyukan High School dengan membentuk club yang dinamai (Information Science Club), yakni sebagai wadah siswa untuk bersinggungan dengan budaya teknologi.

E-learning memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif dari penerapan e-learning antara lain dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar karena disertai dengan grafik, video, gambar. Hal itu akan meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar. Keuntungan lain belajar dengan metode e-learning seperti menghemat waktu , menghemat biaya perjalanan, menghemat biaya pendidikan, menjangkau wilayah geografis yang luas dan melatih kemandirian para pelajar dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Sebaliknya, penerapan e-learning juga dapat memberikan efek negatif. Hubungan antara pendidik dan siswa semakin jauh dikarenakan penggunaan media perangkat komputer. Dengan adanya media tersebut komunikasi pendidik dan siswa semakin berkurang.Kehadiran guru sebagai makhluk hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus.

Salah satu kota yang telah menerapkan e-learning di sekolah adalah Yogyakarta. Sebanyak 500 SD dan SMP di Yogyakarta menjadi model program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan mutu pendidikan nasional. Saat ini, 110 SD dan SMP di DIY sudah menerapkan program pemanfaatan TIK. Tahun 2012, total 500 sekolah (300 SD dan 200 SMP) di DIY akan menerapkan program itu. Selain itu, prestasi yang luar biasa dicatat oleh Tim IT SMA Negeri 1 Yogyakarta. TIM IT SMAN 1 Yogyakarta berhasil menjadi juara satu E-learning Award 2010 Tingkat Nasional kategori sekolah yang diselenggarakan oleh Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan)–Kemendiknas pada ajang Festival Pendidikan 2010.
Di dunia modern ini, pemanfaatan teknologi menjadi penting termasuk di dunia pendidikan. Pendidikan di daerah pedalaman menjadi kunci utama untuk mengubah masyarakatnya menjadi lebih maju. Jika pendidikan yang memadai saja belum bisa didapat, bagaimana mungkin menerapkan pembelajaran dengan sistem e-learning? Sejatinya, teknologi akan berkembang dengan lebih cepat. Dalam arti, kekurangan yang ada sekarang akan disempurnakan menjadi teknologi yang lebih canggih.